Tampilkan postingan dengan label Mozaik Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mozaik Sastra. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Maret 2016

Human

Manusia

Dibuat Allah dari tanah
Dengan bentuk rupa yang sempurna
Ruh dan jiwa bagian utamanya
Akal dan pikiran adalah kelebihannya

Tempat asal surga
Iman wajib ada di dadanya
Tanpa itu manusia cacat seumur hidupnya
Setan adalah musuh utamanya
Menjadi Khalifah adalah tujuannya

Yang paling bermanfaat adalah juara satunya
Yang tak percaya sang pencipta adalah yang terhina
Aku, kamu dan kita semua adalah manusia
Dunia adalah tempat sementara kita
Tinggal kita akan memilih yang mana
Menjadi manusia terbaik atau yang terhina
Ketika kelak kembali menghadap kepada-Nya

Jumat, 04 Maret 2016

Bingung Dikasih Judul Apa






Jodoh

Seperti Muhammad dengan Khadijah.
Seperti Ali dengan Fatimah.
Seperti Habibie dengan Ainun.
Seperti Naruto dengan Hinata.

Kata orang kita mirip.
Ya. Bagaimana tidak mirip kau kan tercipta dari tulang rusukku bukan?.
Sebelumnya kita sudah pernah bertemu.
Layaknya seperti Adam dan Hawa.

Kita pun berdua pernah bersama di surga.
Namun karena sejatinya manusia sementara harus tinggal di dunia.
Kau dan akupun terpisah cukup lama.

Tapi aku percaya.
Di saat waktu itu tiba.
Kita akan bersama.
Menua bersama.
Merangkai hidup berdua.
Ya berdua terus bertiga, berempat, berlima dan seterusnya dengan anak-anak dan cucu kita.

Kamu separuh aku, aku separuh kamu.
Saat ini aku sedang mempersiapkan diri untuk menjemputmu.
Semoga kaupun demikian mempersiapkan diri untuk kujemput.
Ya. Karena radarmu telah samar-samar sudah kulihat.
Jadi tak ada kata untukku untuk menunda lebih lama lagi untuk menjemputmu.

Kelak ketika aku sudah meminta ayah dan ibumu untuk membawamu.
Kemudian mengucapkan ijab qabul di depan penghulu.
Setelah itu aku akan setia bersamamu.
kita akan bahu membahu dalam suka dan duka.
Hingga kelak telah tiba waktunya kita pulang ke surga Insya Allah.
Aamiin Allahumma Aamiin

Jodoh tunggu aku ya :D

Rabu, 24 Februari 2016

Pergi

Pergi
Manusia seharusnya mengerti akan hakikat pergi
Sejak manusia diciptakan
Manusia telah mengikat janji pergi untuk kembali
Pergi sementara dari surga untuk singgah sebentar di dunia
Itulah hakikat manusia
Harus pergi
meninggalkan semua nikmat di surga
Untuk terlahir menjadi seorang manusia
Manusia pergi dari satu masa ke masa yang lain
Pergi dari masa kecil ke masa dewasa
Pergi dari masa dewasa ke masa tua
Pergi dari masa hidup ke masa tak bernyawa
Manusia pun
Pergi dari satu kejadian ke kejadian lain
Pergi dari satu tempat ke tempat lain
Di dunia pun manusia tetap pergi
Pergi mencari kebaikan yang bertebaran di mana mana
Ketika mendapat satu kebaikan manusia harus tetap pergi lagi mencari kebaikan berikutnya
Karena pergi kali ini akan menentukan kelak akan ke mana kita akan pergi
Karena hakikat manusia harus pergi
Pergi untuk kembali
Hingga kelak hidup kembali
Tetap untuk pergi
Pergi ke alam yang hanya punya satu tujuan untuk pergi
Dan Allah lah yang menentukan kita di alam ini
Alam yang dapat mempertimbangkan
Apa, ke mana dan untuk apa kita dahulu pergi di dunia pilihan pergi hanya dua
Apa kelak akan kembali pulang ke surga
Ataukah akan berbelok pergi ke neraka

Minggu, 21 Februari 2016

Hidup itu Bermimpi

Mimpi

Seperti Lintang, puluhan kilometer untuk sekolah
Seperti Ikal dan Arai, merantau jauh hingga ke Pulau Jawa
Seperti Alif dengan mantra man jadda wajadda gontornya
Seperti Thomas Alfa Edison dengan ribuan percobaan gagalnya
Seperti Philip bersaudara dengan pesawatnya
(:)Itulah Mimpi

Satu hal yang sangat penting dalam kehidupan
Karena dari mimpilah semua berawal
Mimpi adalah cara kita mendekat kepada pencipta
Percaya akan kekuasaa-Nya
Karena tak akan ada yang tak mungkin ketika kita percaya
Karena bagi-Nya cukup berkata jadi maka jadilah semuanya

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com